Assalamu'alaikum wr.wb
Kembali lagi, setelah sekian lama hilang tanpa jejak nih.. ckckck (Dikarenakan kehidupan nyata yang sagat padat, dan hati yang gundah gulana),hehehe...
Oke, kali ini, mimin akan nge post tentang Kurikulum terbaru , yaitu Kurikulum 2013.
Mungkin teman-teman masih bingung nih, Apa sih kurikulum 2013 itu? Mengapa harus kurikulum 2013? Apa perbedaan dengan KTSP ?
Nah, mari kita kupas bersama..
Kemarin, mimin mendapat kesempatan mengikuti BIMTEK (bimbingan teknis) Guru sasaran kurikulum 2013 Mapel Bahasa Inggris, di SMK Al-Asyariah Kab. Ciamis.
Banyak pengetahuan dan pengalaman yang alhamdulillah dapat mimin terima.
Kembali lagi, setelah sekian lama hilang tanpa jejak nih.. ckckck (Dikarenakan kehidupan nyata yang sagat padat, dan hati yang gundah gulana),hehehe...
Oke, kali ini, mimin akan nge post tentang Kurikulum terbaru , yaitu Kurikulum 2013.
Mungkin teman-teman masih bingung nih, Apa sih kurikulum 2013 itu? Mengapa harus kurikulum 2013? Apa perbedaan dengan KTSP ?
Nah, mari kita kupas bersama..
Kemarin, mimin mendapat kesempatan mengikuti BIMTEK (bimbingan teknis) Guru sasaran kurikulum 2013 Mapel Bahasa Inggris, di SMK Al-Asyariah Kab. Ciamis.
Banyak pengetahuan dan pengalaman yang alhamdulillah dapat mimin terima.
Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang
berlaku dalam Sistem
Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan
oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6
tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan
menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.
Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2013, Kurikulum 2013 diimpelementasikan secara terbatas pada sekolah perintis, yakni pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK, sedangkan pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2013, Kurikulum 2013 diimpelementasikan secara terbatas pada sekolah perintis, yakni pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK, sedangkan pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek
pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum
2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan
dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi
Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah
materi Matematika.
Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional
(seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah
berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di
luar negeri.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan (pada waktu itu), nomor
60 tahun 2014 tanggal 11 Desember 2014, pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan
dan sekolah-sekolah untuk sementara kembali menggunakan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan, kecuali bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang sudah
melaksanakannya selama 3 (tiga) semester, satuan pendidikan usia dini, dan
satuan pendidikan khusus.
Beberapa tahun lalu, kurikulum ini sudah pernah di terapkan
dibeberapa sekolah, tapi yang masih menerapkannya selama 2 semester (1 Tahun)
diminta untuk kembali menggunakan KTSP.
Beberapa aspek yang terkandung dalam kurikulum 2013 tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pengetahuan
Untuk aspek pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperolehjuga dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada kurikulum 2013 tersebut, pengetahuan bukanlah aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum yang dilaksanakan sebelumnya.
2. Keterampilan
Keterampilan merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilansendiri merupakan salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya menjadi teori semata.
3. Sikap
Aspek sikap tersebut merupakan aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi,dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.
Penilaian sikap, hanya diperuntukan untuk Guru Mapel PAI dan PKN. selebihnya, guru hanya menilai pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi.
1. Pengetahuan
Untuk aspek pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperolehjuga dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada kurikulum 2013 tersebut, pengetahuan bukanlah aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum yang dilaksanakan sebelumnya.
2. Keterampilan
Keterampilan merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilansendiri merupakan salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya menjadi teori semata.
3. Sikap
Aspek sikap tersebut merupakan aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi,dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.
Penilaian sikap, hanya diperuntukan untuk Guru Mapel PAI dan PKN. selebihnya, guru hanya menilai pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi.
Berikut
ini adalah perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan KTSP
No
|
Kurikulum 2013
|
KTSP
|
1
|
SKL
(Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud
No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk
Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69,
dan 70 Tahun 2013
|
Standar
Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah
itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23
Tahun 2006
|
2
|
Aspek
kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi
aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
|
lebih
menekankan pada aspek pengetahuan
|
3
|
di
jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI
|
di
jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
|
4
|
Jumlah
jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit
dibanding KTSP
|
Jumlah
jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding
Kurikulum 2013
|
5
|
Proses
pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang
SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu
standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah,
Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
|
Standar
proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
|
6
|
TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan
sebagai media pembelajaran
|
TIK
sebagai mata pelajaran
|
7
|
Standar
penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi
sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
|
Penilaiannya
lebih dominan pada aspek pengetahuan
|
8
|
Pramuka
menjadi ekstrakuler wajib
|
Pramuka
bukan ekstrakurikuler wajib
|
9
|
Pemintan
(Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA
|
Penjurusan
mulai kelas XI
|
10
|
BK
lebih menekankan mengembangkan potensi siswa
|
BK
lebih pada menyelesaikan masalah siswa
|
Mengapa harus Kurikulum 2013 ?
Konsep
yang diterapkan K-13 adalah tematik, yaitu penggabungan mata pelajaran yang
satu dengan lainya. Mata pelajaran yang semulanya berjumlah 12 kini menjadi 10
mata pelajaran. Pengurangan ini dimaksudkan untuk memperingan anak, dengan
keringanan ini anak diharapkan dapat memaksimalkan setiap mata pelajaran. Ada
pula pelajaran TIK menjadi media semua mata pelajaran, adanya hal ini guru
dituntut agar bisa menggunakan perangkat pembelajaran. Pembelajaran tidak hanya
dilaksanakan di dalam kelas sehingga anak dapat mengeksplorasi kemampuannya.
Serta sikap tidak hanya diajarkan secara verbal melainkan guru memberi teladan.
Polemik
kurikulum 2013 memang sedang gencar-gencarnya diperbincangkan. Kurikulum 2013
bukanlah sesuatu yang baru melainkan konsep yang disajikan dalam kurikulum ini
pernah diterapakan di kurikulum sebelum-sebelumnya. Melihat dari anggaran yang
dikucurkan untuk merealisasaikan kurikulum baru ini membutuhkan dana yang tidak
sedikit. Seperti uji publik yang dilakukan di beberapa sekolah, buku-buku
pedoman atau buku paket, dan pengembangan kualitas guru. Dengan pengembangan
itu guru dibekali dengan metode dan pendekatan yang mengarah pada keaktifan dan
pemusatkan pembelajaran murid. Guru dituntut secara profesional untuk
mengimplementasikan kurikulum 2013 ini supaya berhasil sesuai dengan harapan.
Semuanya ini membutuhkan pendanaan yang tak terbilang sedikit serta
memperhatikan efektivitas serta efisiensi pembaharuan kurikulum.
Mungkin
dengan adanya kurikulum 2013 akan menjadi salah satu upaya perbaikan pendidikan
di Indonesia, bukankah lebih baik mengevaluasi kesalahan masa lalu untuk
perbaikan kedepannya ? Belajarlah dari kegagalan karena kegagalan guru terbaik
kita.
Komentar
Posting Komentar